Warga Blokir Akses Jalan Menuju Bandara dan Pelabuhan Padang

IDNews.co.id – Ribuan warga Kota Padang yang tergabung dalam Komunitas Nagari Tigo Sandiang, Jumat (26/1/2018) sekira jam 10. 00 WIB melakukan aksi pemblokiran di ruas jalan By Pass, persisnya dimuka Kantor Balai Kota Padang.

Warga Komunitas Nagari Tigo Sandiang yang berasal dari empat kecamatan di Kota Padang, yaitu Kecamatan Koto Tangah, Kuranji, Pauh dan Nanggalo itu, menekan Pemerintah Kota Padang untuk menuntaskan masalah sengketa tanah pada warga dengan ahli waris golongan Maboet yang mengklaim memiliki hak atas tanah seluas 765 hekatare di empat Kecamatan itu.

Sekretaris Komunitas Nagari Tigo Sandiang, Efiyandri, aksi pemblokiran ruas jalan utama By Pass yang disebut jalan penghubung pada Bandar Udara Internasional Minangkabau dengan Pelabuhan Teluk Bayur menggunakan ban sisa itu, ialah aksi yang kedua kali sebelumnya setelah dilakukan pada Rabu malam 13 Desember 2017.

Aksi pemblokiran kesempatan ini kata Efriyandi, dipicu ada sejumlah petugas Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang datang melakukan pengukuran tanah. Bahkan, usaha pengukuran tanah itu berkesan mendadak. Sebab, baru tadi pagi surat pemberitahuan ke Kelurahan diberi.

” Tadi ada petugas BPN yang menginginkan melakukan pengukuran. Harusnya pemberitahuan itu 3 hari sebelumnya proses. Ini tadi pagi dan segera akan diukur. Petugas itu pernah dikejar warga, ” kata Efiyandri.

Efiyandri meminta pada Pemerintahan kota padang untuk menuntaskan masalah ini segera. Karena sampai kini berkesan dilewatkan sangat saja. Jika tidak, jadi warga selalu sesuai sama ini.

” Ini persoalan yang berlarut, Kita menginginkan pemerintah segera menuntaskan masalah ini. Kita mempunyai tanah mempunyai sertifikat tapi di Blokir dan tidak dapat digunakan, ” ucap Efiandri.

Pantauan di lapangan, karena aksi pemblokiran itu, sampai sekarang ini, akses jalan raya di ruas jalan utama By pass lumpuh keseluruhan.

Di tempat peristiwa, hingga sekarang ini belum ada pengamanan dan antisipasi dari pihak kepolisian. Cuma ada sejumlah polisi jalan raya yang melakukan rekayasa untuk menghindari kemacetan.

Sebelumnya, pada Selasa, 4 April 2017, ribuan warga Komunitas Nagari Tigo Sandiang juga pernah mengadakan aksi unjuk rasa dimuka Pengadilan Negeri setempat. Mereka meminta kejelasan berkaitan status tanah seluas 765 hekatare yang sekarang ini diklaim dipunyai oleh Lehar.

Pengadilan Negeri Padang sebelumnya juga sudah buat ketetapan yang dituangkan dalam putusan Nomor 04/PDT. G/2016/P. PDG. Keputusan ini dilandasi putusan Landraad No 90 tahun 1931. Putusan itu diisi pernyataan tanah atas punya Golongan Ma’boet selas 675 hektare dan membentang di enam kelurahan di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Kuranji, Pauh dan Koto Tengah.

Menurut warga, ketetapan itu bermasalah. Sebabnya, jika merujuk pada vonis Landraad Nomor 90 Tahun 1931, luas lahan sebenarnya hanya seluas 2, 5 hektare dan ada di Tunggul Hitam Kelurahan Dadok Kota Padang.(ndi)

Posting Warga Blokir Akses Jalan Menuju Bandara dan Pelabuhan Padang ditampilkan lebih awal di IDNews.co.id.

__Posted on
January 26, 2018
__Categories
Peristiwa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.