Sesuai Amanah UU Sistem Peradilan Anak, Polsek Pogalan Mediasi Kasus Penganiayaan Anak

Sesuai Amanah UU Sistem Peradilan Anak, Polsek Pogalan Mediasi Kasus Penganiayaan Anak

Polres Trenggalek – Polsek Pogalan Polres Trenggalek menggelar mediasi kasus penganiayaan anak, agar bisa diselesaikan secara diversi sebagaimana amanah Undang Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak, bertempat di Aula Mapolsek Pogalan. Rabu (03/01).

Pertemuan yang melibatkan sejumlah pihak ini difasilitasi oleh Polsek Pogalan Polres Trenggalek dihadiri oleh Wakapolsek Pogalan, Kanit Reskrim Polsek Pogalan, Kanit Intel Polsek Pogalan, Guru BK, Bapas Kediri, Dinsos Trenggalek, Perangkat Desa, serta keluarga dari kedua belah pihak.

Diversi kasus penganiayaan yang melibatkan pelaku berinisial BPAT (15),  warga Desa Bendorejo Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek dengan korban RV (14), Desa Bendorejo Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek, kejadiaan penganiayaan terjadi pada hari Senin tanggal 4 Desember 2017 sekira pukul 19.30 WIB, pelaku BPAT (15) telah melakukan penganiayaan terhadap teman sekampungnya yaitu RV (14) di depan rumah Kades Bendorejo.

Diungkapkan oleh Kapolsek Pogalan Polres Trenggalek melalui Kanit Reskrim  Aiptu Kuwat Gianto S.H., dalam kasus pidana melibatkan anak-anak dan ancaman penjara di bawah tujuh tahun, maka perlu dilakukan upaya diversi.

“Untuk kasus penganiayaan ini, ancamannya di bawah tujuh tahun. Maka sudah seharusnya kita upayakan diversi dulu, dan atas rekomendasi dari Bapas Kediri,” ujar Aiptu Kuwat.

Selain itu ditambahkan juga, adanya kesepakatan kedua belah pihak yang terlibat, baik pelaku dan orangtua untuk menyelesaikan dengan cara kekeluargaan serta tidak mengulangi perbuatan yang sama.

”Kita libatkan banyak pihak, masing-masing orang tua, pelaku dan korban, dari Bapas Kediri, Dinsos Trenggalek, Perangkat Desa, perwakilan sekolah dan kita berperan hanya menyediakan tempat dan memberikan pemahaman kepada kedua belah pihak,” pungkas Aiptu Kuwat.

Sedangkan dari pelaku penganiayaan BPAT (15) diserahkan kepada orang tua pelaku dan berjanji setelah proses diversi selesai akan mendidik anaknya agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

”untuk proses selanjutnya kita akan ajukan surat permohonan ke Pengadilan Negeri  Trenggalek untuk penetapan diversi,” tutup Aiptu Kuwat.

 

__Posted on
January 3, 2018
__Categories
Peristiwa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.