Polisi Tangkap WN Rusia karena Bius Orangutan untuk Diselundupkan

IDNEWS.CO.ID – Bandara International I Gusti Ngurah Rai digegerkan dengan penemuan orangutan yang dibius dan dimasukkan dalam keranjang kecil. Perlakuan sadis ini sengaja dilakukan oleh warga negara asing berkebangsaan Rusia.

Petugas Karantina Denpasar dan Avsec yang berjaga mendapatkan orangutan ini di terminal keberangkatan international pada Jumat malam (21/3/2019) sekitar pukul 22.30 WITA.

Awalnya, petugas tidak berani membuka keranjang lantaran takut agresif dan lepas di ruang keberangkatan. Petugas kemudian memilih membawa ke ruang pemeriksaan. Begitu dibuka, ternyata jenis orangutan yang dilindungi.

“Pria Rusia berinisial ZA mengaku membeli orangutan itu seharga US$300,” kata Penanggungjawab Karantina Wilayah Kerja Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Dewa Delanata, Sabtu (22/3/2019).

Sadisnya, orangutan berjenis kelamin jantan itu dibius agar bisa dibawa ke Rusia. Orangutan berusia sekitar dua tahun itu diberikan tablet bius dengan cara dicekoki menggunakan spuit dengan kerja obat selama 2-3 jam.

Hal ini ini diketahui saat kopernya digeledah ditemukan spuit dan obat bius. Rencananya, ZA akan terbang ke Rusia dan akan transit di Korea. Di Korea, ZA berencana menambah bius kepada orangutan tersebut untuk penerbangan Korea-Rusia.

Kepada petugas, ZA mengakui tak hanya hendak menyelundupkan orangutan saja, tapi juga berencana menyelundupkan dua ekor tokek dan lima ekor kadal dalam kopernya.

Saat ini, petugas masih melakukan pemeriksaan terhadap ZA. Sementara barang bukti sudah diserahkan kepada BKSDA dan KP3.(ndi)

 

The post Polisi Tangkap WN Rusia karena Bius Orangutan untuk Diselundupkan appeared first on IDNews.co.id.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Baca Artikel ini melalui Gadget Anda, silahkan scan QRCode berikut ini:

Related Search

author
No Response

Leave a reply "Polisi Tangkap WN Rusia karena Bius Orangutan untuk Diselundupkan"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.