Perusahaan Rokok Dunia Setop Jual Rokok, Serius atau Taktik

IDNews.co.id – Philip Morris, perusahaan rokok dunia menempatkan iklan antimerokok sebagai bayangan obyek mereka di tahun 2018. Perusahaan pemilik rokok Marlboro ini mengakui akan hentikan penjualan mereka di Inggris, terutama buat 7, 6 juta orang yang merokok di negara itu.

” Resolusi Tahun Baru Kami : kami coba berhenti merokok, ” tulis Philip Morris.

Philip Morris mengakui sudah menggunakan uang sejumlah 2, 5 miliar Pundsterling atau sama dengan Rp46 triliun untuk analisis dan analisa mereka masalah rokok.

Atas itu, mereka saat ini merencanakan mengembangan produk baru untuk alternatif pengganti rokok. ” Ini tidak lagi mudah, tapi kami akan berkemauan menjadikan ini realita, ” catat mereka.

Strategi Palsu?

Kehendak Philip Morris untuk hentikan penjualan rokok memang sudah didengungkan sejak akhir 2017. Tetapi, rencana itu diliat sebagai sebuah kiat palsu perusahaan rokok itu.

” Sederhananya, jika Exxon mobil meluncurkan sebuah yayasan untuk memerangi perubahan iklim, adakah yang berasumsi ini serius? ” tutur Clo Franko dari Organisasi Akuntabilitas Internasional diambil dari theguardian. com.

Ya, banyak yang skeptis dengan resolusi Philip Morris masalah penghentian penjualan rokok. Maklum, sebagai perusahaan rokok yang meng-global, cukup susah untuk menekankan jika mereka berkampanye menolak rokok sekali lagi.

Reuters sempat buat laporan investigasi panjang masalah rencana Philip Morris mengkampanyekan antirokok. Dalam laporannya yang di rilis media Juli 2017, malahan membuka ada ‘motif’ beda dari Philip Morris masalah kampanye mereka.

Disadari, sejak 2005, industri rokok dunia memang melalui peraturan yang lebih ketat untuk melakukan bisnis rokok. Akan tetapi, pengetatan itu tak buat perokok alami penurunan.

Setidaknya sampai 2015, jumlah perokok tambah lebih banyak daripada satu dekade sebelumnya. ” Sebagian orang berpikir dengan (pengetatan industri) tembakau, kita sudah menjadi pemenang pertarungan. Mustahil, industri tembakau malahan lebih kuat dari mulanya, ” tutur Menteri Kesehatan Finlandia Pekka Puska.

Sejak 2011, menunjuk data Global Adult Tobacco Survey atau GATS, Indonesia sudah jadi salah satunya negara dengan jumlah prevalensi perokok aktif paling banyak dunia. Jumlahnya mencapai 67 persen pria dan 2, 7 persen wanita.

Salah satu penyebabnya tingginya angka itu diindikasikan oleh masih membanjirnya iklan rokok di Indonesia. Bagaimana tidak, terkhusus di kawasan ASEAN, cuma Indonesia yang masih memperbolehkan iklan merokok.

Padahal dari semua dunia, saat ini sudah ada 144 negara yang sudah tidak mengizinkan sekali lagi iklan rokok mereka di televisi. ” Iklan rokok di televisi itu berlimpah karena di mana-mana media penyiaran itu paling efisien dan ini dapat dibuktikan dana belanja iklan rokok itu paling banyak di media penyiaran, ” tutur dosen Ilmu Komunikasi Kampus Indonesia Nina Mutmainnah Armando.

Menteri Kesehatan Indonesia Nila F Moeloek tak menolak banyak perokok di Indonesia. Catatannya, kurang lebih lebih dari sepertiga atau 36, 3 persen penduduk RI saat ini merokok.

” Bahkan ada 20 persen remaja dengan umur 13-15 tahun yaitu perokok, ” tutur Nila medio Mei 2017 kemarin.

Atas itu, Indonesia memang sudah jadi negara mungkin untuk penjualan rokok. Itu yang sudah dibuktikan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang menampatkan Indonesia sebagai negara ketiga setalh China dan India sebagai konsumen rokok paling banyak.

” Pengeluaran untuk beli rokok itu menduduki posisi kedua setelah padi-padian. Hingga mengkonsumsi rokok lebih tinggi dari konsumsi gizi beda seperti lauk dan sayur, ” Humas Yayasan Lentera Anak Umniyati Kowi. (ndi)

Posting Perusahaan Rokok Dunia Setop Jual Rokok, Serius atau Taktik ditampilkan lebih awal di IDNews.co.id.

__Posted on
January 5, 2018
__Categories
Peristiwa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.