PAD Bertumpu Pada Pajak dan Bagi Hasil, Legislatif Minta Pemkab Sumenep Kreatif Manfaatkan Potensi SDA

SUMENEP, (HalloJatim.com) — Pendapatan daerah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur tahun 2020 mencapai angka 100,85 persen. Pencapaian ini, dibantu dari capaian pendapatan asli daerah yang melebihi target hingga 15,06 persen.

Namun, pencapaian ini tidak sepenuhnya membuat banyak pihak di kabupaten berlambang kuda terbang bergembira. Terbukti, masih ada pihak yang mengkritisi pencapaian ini, salah satunya DPRD Kabupaten Sumenep.

Pansus DPRD Sumenep terhadap LKPJ Bupati Sumenep tahun 2020 menilai, sebenarnya, semua pihak patut bahagia dan bersyukur atas pencapaian pendapatan Kabupaten Sumenep ini. Namun, masih banyak hal yang perlu diperbaiki.

Juru Bicara Pansus LKPJ Bupati Sumenep, Ach. Naufil mengatakan, sepintas, pihaknya bahagia ketika membaca capaian Kabupaten Sumenep tersebut. Namun, setelah dilihat lebih dalam, maka kegembiraan itu perlahan akan berkurang.

Hal ini, kata Naufil karena penopang pendapatan daerah Kabupaten Sumenep, yakni PAD selama ini masih berkutat pada pajak dan bagi hasil. Hingga saat ini permasalahan tersebut masih sama.

“Namun, ketika kami tahu apa saja komponen PAD di tahun 2020 itu, yang masih bertumpu pada pajak dan bagi hasil, maka kegembiraan itu pelan-pelan menjadi berkurang,” kata Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.

Naufil mengatakan, permasalahan ini merupakan masalah klasik di Kabupaten Sumenep. Dari-dari tahun sebelumnya, Pansus LKPJ selalu menilai bahwa sumber-sumber PAD kabupaten berlambang kuda terbang belum ada kemajuan.

Bahkan, kata dia, selama ini, Pansus LKPJ seringkali meminta pemerintah daerah lebib kreatif dan inovatif dalam memanfaatkan sumber daya alam Kabupaten Sumenep yang melimpah ruah. Agar segala sektor dapat meopang PAD dengan maksimal.

“Padahal selama ini, legislatif sudah meminta kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep agar lebih kreatif dan inovatif dalam memanfaatkan potensi sumber daya alam yang dimiliki Kabupaten Sumenep,” tembahnya.

Saat ini-pun, Pansus meminta khususnya pada Bupati dan Wakil Bupati yang baru, agar Pemkab Sumenep benar-benar membangun semangat dan langkah-langkah kreatif serta inovatif dalam upaya memberdayakan potensi sumber daya yang dimiliki Kabupaten Sumenep untuk menumbuh kembangkan pendapatan di sektor PAD. Sehingga ke depannya, Sumenep bisa lebih mandiri.

“Sehingga cita-cita mulia untuk mandiri, mengurangi ketergantungan kepada pemerintah pusat, bisa tercapai, dan bukan hanya mimpi indah yang diselipkan di saat kita asyik berdiskusi,” tutupnya. (Abdus Salam).

Artikel ini telah tayang di lingkarjatim.com

__Posted on
April 20, 2021
__Categories
Peristiwa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.