Minyeuk Pret, Parfum Khas Asal Aceh

No comment 27 views

IDNews.co.id – Biji kopi, tidak cuma membuahkan minuman yang melegenda untuk penduduk Indonesia, terutama Aceh. Pemakaian biji kopi digunakan untuk produk yang lain. Seperti, bahan baku wangi-wangian.

Inspirasi produksi wangi-wangian beraroma kopi khas Aceh itu, di ciptakan oleh anak muda Banda Aceh, Daudy Sukma. Ia mengolah wangi-wangian beraroma kopi yang diberi nama ‘Minyeuk Pret’ atau minyak yang disemprot.

Daudy bersama tiga mitranya memperoleh ide dari minyak nilam Aceh, yang diketahui sebagai diantara satu minyak paling baik di dunia sejak ratusan tahun saat lalu. Minyak itu juga sudah menembus pasar di Prancis, untuk jadikan wangi-wangian dengan harga jutaan rupiah.

“Timbul inspirasi mengapa kita tidak menghasilkan sendiri parfumnya, toh minyak nilam memang sudah ada di daerah kita sendiri, ” kata Daudy Sukma, saat didapati di gerai kepunyaannya di jalan Wedana, Desa Lam Ara, Keutapang, Banda Aceh, Aceh.

Sejak dikenalkan tahun 2015 lalu, mereka sukses mengolah 11 aroma wangi-wangian. Tiga salah satunya yang bisa memikat penduduk, yakni aroma Coffee, Seulanga dan Meulu.

Terkecuali ketiga wangi-wangian itu, Minyeuk Pret sekarang ini juga sudah menghasilkan dua varian terakhir yakni aroma Jeumpa dan Kopi Sanger Espresso (dari biji kopi gayo). Tak tanggung-tanggung, dari seluruhnya produk wangi-wangian berbahan biji kopi ini, sudah menembus pasar Internasional, kendati belum lima tahun berdiri.

Daudy Sukma mengatakan, produk Minyeuk Preut sudah di eksport ke sejumlah negara yakni, Arab Saudi, Amerika, Malaysia, Taiwan, Bangladesh, Dubai, Inggris, Thailand dan India.

Pihaknya, kerap kerepotan untuk penuhi keinginan. Sementara, pabriknya cuma bisa menghasilkan 500 botol Minyeuk Pret per hari dengan omzet mencapai Rp300 juta per bulan.

“Permintaan di pasar saat ini lebih dari kekuatan produksi pabrik, bahkan kita juga sudah mendapatkan tawaran pemasaran di Prancis dan India, ” kata Daudy.

Minyeuk Pret, aroma kopinya cukup kental dan merasa. Memberikan kesan eksotisme, keanggunan, kelembutan dan kesegaran. Aroma creamernya lantas cukup merasa, jadi berikan kesan mewah.

Daudy mengatakan, Minyeuk Pret menggunakan etanol, fatwa MUI dalam penggunaannya dalam wangi-wangian itu halal untuk digunakan salat. Untuk Aceh sendiri paling banyak disukai yakni aroma Seulanga dan Coffee sementara di wilayah pulau Jawa beraroma Meulu.

Untuk harga jual Minyeuk Pret Seulanga, Coffee, dan Meulu dibandrol seharga 110 ribu isi 30 ml. (ndi)

Posting Minyeuk Pret, Parfum Khas Asal Aceh ditampilkan lebih awal di IDNews.co.id.

Baca Artikel ini melalui Gadget Anda, silahkan scan QRCode berikut ini:

Related Search

author
No Response

Leave a reply "Minyeuk Pret, Parfum Khas Asal Aceh"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.