Meminimalkan Risiko Produk dengan Metode Lean

Setiap harinya, lebih dari 20.000 startup enthusiast mendapat insight terkini seputar startup dan teknologi lewat newsletter kami. Kamu juga bisa berlangganan gratis sekarang.


Pernah dengar tentang metode Lean?

Dalam pengembangan produk, pendekatan ini mengajak kita mulai dari validasi ide, meluncurkan produk berskala kecil dengan value proposition yang kuat, kemudian terus melakukan perbaikan melalui iterasi.

Pengembangan produk dengan metode Lean berkaitan erat dengan jumlah iterasi yang banyak. Lalu apa saja yang harus kita perhatikan saat melakukan iterasi? 

Tenang, kami punya ulasan lengkapnya untuk kamu!

Ngomong-ngomong, Tech in Asia Indonesia sudah punya akun TikTok, lo. Jangan lupa untuk follow kami di sini

NEWS HIGHLIGHT

Meminimalkan risiko produk dengan metode Lean 

Sebenarnya, Lean Product Development muncul sebagai solusi agar pengusaha dapat meluncurkan produk dengan risiko minimal. Tapi bila produk itu pada dasarnya buruk, iterasi enggak akan membantu. 

  • Mulai iterasi sebelum produk jadi: Strategi pertumbuhan produk dapat dijalankan di semua tahap life cycle produk, bahkan sebelum produk itu jadi. Begitu pula dengan iterasi. Iterasi bisa terjadi sejak produk masih ada di tahap validasi ide, bahkan ini merupakan salah satu tahap iterasi terpenting.
  • Jangan buat minimum viable product dengan mindset “asal berfungsi”: Meskipun masih minim, konsumen bisa mendapat manfaat atau core value yang tajam. Produkmu juga harus sudah menggambarkan visi akhir yang kamu tuju, sehingga konsumen tahu ke arah mana produk itu akan berkembang.

Baca insight selengkapnya tentang iterasi produk, khusus untuk pelanggan Tech in Asia ID+


Data investasi startup Indonesia sejak 2019

Tim riset Tech in Asia telah menyusun dasbor yang menunjukkan perkembangan iklim investasi di Indonesia sejak awal 2019.

  • Pendanaan terbanyakE-commerce jadi vertikal paling sering mendapat kucuran dana dari para investor, seperti pada layanan logistik yang fokus pada pasar e-commerce SiCepat dan marketplace mobil bekas Carmudi.
  • Perusahaan modal ventura paling aktif: East Ventures jadi perusahaan modal ventura paling aktif di Indonesia sejak awal 2019 lalu. Mereka konsisten menyalurkan pendanaan tahap awal dan Seri A. (Pengungkapan: East Ventures adalah salah satu investor Tech in Asia)

Akses data tren investasi selengkapnya, lewat artikel premium khusus pelanggan Tech in Asia ID+

ARTIKEL PREMIUM PILIHAN

Setiap bulannya pemilik akun gratis Tech in Asia Indonesia berkesempatan untuk membaca satu artikel premium pilihan kami. Baca gratis artikel di bawah atau lihat artikel premium lainnya.

__Posted on
March 3, 2021
__Categories
Peristiwa, Start Up

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.