KUR dan Pupuk Subsidi Dikeluhkan Masyarakat, Mas Atho’ Desak Khofifah Serius Sejahterakan Rakyat

JOMBANG – Kelangkaan pupuk bersubsidi menjadi popok serius yang dikeluhkan masyarakat di Jombang. Masalah lainnya adalah penyaluran kredit usaha rakyat (KUR), yang sulit didapat oleh masyarakat Jawa Timur.

Keluhan tersebut disampaikan masyarakat ketika anggota DPRD Jatim, Ahmad Athoillah alias Mas Atho’, turun ke lapangan untuk serap aspirasi (reses) pertama tahun 2021, di Aula MTS Sunan Gunung Jati, Desa Katemas, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang. Acara tersebut dihadiri dari berbagai kalangan, mulai petani, buruh tani, peternak, guru honorer dan pedagang.

“Kami yang berada di desa sangat sulit mengakses bantuan pinjaman KUR itu, padahal kami juga punya sertifikat sawah atau tanah sebagai agunan. Tapi pihak bank kadang tidak percaya, kalau kami bisa menyanggupi pinjaman tersebut,” kata Martono, 55, warga Desa Katemas, Jombang.

Warga lainnya, Kusaidi, 49, mengeluhkan soal sulitnya mendapat pupuk bersubsidi dari pemerintah. Akibatnya, kata dia, tanaman padi mengalami gagal panen. “Untuk tanam tahun ini di tengah covid-19, kami sangat minim modal untuk merawat sawah kami. Selain itu, alokasi pupuk bersubsidi juga berkurang, apakah nanti kita bisa menyambung hidup di musim tanam selanjutnya,” keluhnya.

Sementara, Rosidah, 35, salah satu guru di sekolah swasta mengeluhkan tentang kualitas pendidikan di tengah pandemo covid-19. Di mana kegiatan belajar mengajar yang digelar secara daring, dianggapnya membuat pendidikan menurun. “Kalau sekolah masih dilaksanakan secara daring ini, bisa diprekdisikan kalau kualitas pendidikan kita semakin menurun. Kami harap segera ada solusi dari pemerintah,” ujarnya.

​Mendengarkan keluhan tersebut, anggota DPRD Jatim dari Fraksi PKB Ahmad Athoillah alias Mas Atho’, menyatakan akan bergerak cepat berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan. Tujuannya untuk menemukan formula demi kenyamanan dan kualitas pendidikan tetap bagus.

“Masalah pendidikan tidak bisa ditawar lagi, karena ancaman loss generation tidak hanya sebatas wacana tapi bisa terlaksana. Kami nanti coba minta Diknas menyiapkan formula, agar kegiatan pendidikan tetap bermutu,” ujarnya.

Politisi muda asal Jombang itu, bahkan menegaskan akan merumuskan Peraturan Daerah (Perda), tentang pendidikan di tengah pandemi covid-19 ini. Apalagi, kata dia, pendidikan tingkat SLTA kebijakannya ada ditingkat provinsi, sehingga akan segera ditindaklanjuti.

“Sementara untuk pendidikan jenjang dibawahnya (SMP dan SD), kami akan koordinasikan dengan Fraksi PKB ditingkat DPRD Kabupaten/Kota, untuk segera memikirkan regulasi tentang pentingnya kualitas pendidikan,” katanya.

Sementara mengenai bantuan modal KUR, Mas Atho’ meminta masyarakat menghubuginya, jika mendapat kesulitan mendapat modal KUR. Mas Atho’ menyatakan tegas bakal meminta Pemprov Jatim, agar memberi kemudahan untuk mensejahterakan masyarakat.

“Kalau ada masyarakat yang sudah memenuhi syarat, tapi pinjaman modalnya tidak diloloskan telpon saya. Saya akan peringatkan eksekutif yang membidangi kegiatan tersebut,” kata Mas Atho’. VIN

Artikel ini telah tayang di kabarjatim.com

__Posted on
March 12, 2021
__Categories
Peristiwa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.