Kini Tiup Balon, Bisa jadi Cara Mudah Deteksi Kanker Paru

IDNews.co.id – Selama ini deteksi kanker paru yang dilakukan merupakan melalui kontrol cairan dan darah. Tetapi, saat ini inovasi baru yang lebih mudah dan murah sudah ditemukan untuk mendeteksi kanker paru.

Sistim non-invasif ini, bahkan cuma perlu alat simple yaitu balon karet. Temuan yang diperoleh oleh dr. Achmad Hudoyo, SpP (K) ini memodifikasi sistim deteksi napas dengan menggunakan balon karet yang selanjutnya didinginkan didalam almari es, atau di rendam di air es supaya gas atau uap didalam napas hembusan pasien kanker terkondensasi.

” Ide riset ini datang dari riset anjing yang dilatih untuk mendeteksi kanker paru pasien dengan napas yang ditampung didalam polietilen. Kemudian, anjing dilatih seperti mendeteksi narkoba, bila kanker dia akan duduk, bila tidak dia akan jalan, ” tutur Hudoyo usai melakukan sidang terbuka gelar doktor di Gedung IMERI UI, Jakarta.

Dari berapa riset sudah membuktikan kalau napas hembusan pasien kanker paru ternyata bisa jadikan modalitas untuk deteksi awal. Dalam uap napas pasien kanker paru terdapat beberapa zat kimiawi yang dimaksud volatile organic compound (VOC), di dalamnya terdapat komponen genetik dan beberapa termetilasi yang bisa dideteksi dan dianalisis.

Selain lebih mudah, murah, dan simple, sampel genetik dari napas hembusan ini juga dapat kirim melalui pos. Ini begitu mempermudah untuk pasien yang ada di daerah terpencil. Sampai dikirim ke laboratorium biomolekular, setelah napas hembusan ditransfer ke kertas saring dan dikeringkan.

Napas hembusan yang ditampung dalam balon karet bisa jadikan sampel untuk dianalisis menggunakan alat Gas Chromatography Mass Spectroscopy (GCMS), lalu diperoleh kandungan 14 group senyawa kimia pada kanker paru ataupun pada seorang normal. Tapi, ditemukan juga lima senyawa khusus yang cuma didapati pada napas hembusan pasien kanker paru saja dan tidak ditemukan pada seorang sehat.

” Keakuratan setelah riset diatas 70 persen. Lebih bagus dari marker dari yang dimaksud dengan CEA, marker metilasi ini lebih tinggi, ” kata Hudoyo menaikkankan.

Meski dapat disebutkan efisien dalam mendeteksi kanker, tetapi Hudoyo belum dapat meyakinkan kapan temuannya dapat diterapkan di orang-orang. Yang akan datang, ia mengharapkan, dapat menemukan sebuah kertas saring seperti kertas lahmus yang dapat beralih warna untuk mengidentifikasi ada kanker paru pada pasien. (ndi)

Posting Kini Tiup Balon, Bisa jadi Cara Mudah Deteksi Kanker Paru ditampilkan lebih awal di IDNews.co.id.

__Posted on
January 13, 2018
__Categories
Kesehatan, Peristiwa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.