Kementerian Agama Cabut Izin Hannien Tour

IDNews.co.id – Kementerian Agama menjatuhkan sangsi administratif pada PT Biro Perjalanan Wisata Al-Utsmaniyah atau yang lebih popular dimaksud Hannien Tur. Sangsi administrasi itu berbentuk pencabutan izin operasional sebagai penyelenggara perjalanan beribadah umrah (PPIU).

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus M Arfi Hatim mengatakan, pencabutan izin operasional itu tertuang dalam Ketentuan Menteri Agama (KMA) Nomor 941 Tahun 2017 tentang Penjatuhan Sangsi Administratif Pencabutan Izin Penyelenggaraan PT Biro Perjalanan Wisata Al-Utsmaniyah Tours sebagai PPIU.

Menurutnya, PT BPW Al-Utsmaniyah dapat di buktikan sudah melakukan pelanggaran pada ketetapan Pasal 65 huruf a Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2012 tentang Proses Undang Undang Nomor 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Beribadah Haji. ” Sangsi atas pelanggaran penelantaran yang menyebabkan gagal pergi yaitu pencabutan izin penyelenggaraan seperti ditata pada Pasal 69 PP 79 tahun 2012, ” kata Arfi di Jakarta.

Untuk itu, PT BPW Al-Utsmaniyah tidak memiliki hak sekali lagi untuk jual paket umrah, terima pendaftaran dan memberangkatkan jemaah umrah. “Sebaliknya PT BPW Al-Utsmaniyah tetap berkewajiban kembalikan semua biaya yang sudah disetorkan jemaah atau melimpahkan jemaahnya yang sudah terdaftar pada PPIU beda untuk diberangkatkan, ” kata mantan Kasubdit Perizinan, Akreditasi dan Bina PPIU ini.

Masalah penelantaran jemaah umrah Hannien Tur mulai tersingkap pada April 2017 adanya pengaduan warga baik dengan segera pada Kementerian Agama ataupun melalui mass media. Atas ada laporan itu, Kemenag melakukan klarifikasi pada PT BPW Al-Utsmaniyah.

Diluar itu, Kemenag juga melakukan mediasi pada PPIU dengan jemaah. Dalam usaha mediasi itu, PT BPW Al-Utsmaniyah menyebutkan dua prinsip yakni, pertama, akan memberangkatkan jemaah dan kedua, kembalikan biaya (refund) pada mereka yang menginginkan menarik kembali uangnya.

Namun lanjut Arfi, dua hal tersebut sampai waktu ini belum dikerjakan oleh PPIU. Beberapa jemaah bahkan sudah melaporkan pimpinan Hannien Tur pada pihak Kepolisian. Kemenag juga sudah memberikan kesaksian pada Kepolisian Resort Bogor.

Hannien Tur beroleh izin penyelenggaraan perjalanan beribadah umrah sejak tahun 2012. Izin itu berdasarkan Ketentuan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nomor D/472 Tahun 2012 tanggal 22 Juni 2012. Izin ini lalu diperpanjang berdasarkan Ketentuan Menteri Agama Nomor 154 Tahun 2015 tanggal 25 Juni 2015.

Melakukan tindakan sebagai Direktur Utama yaitu Farid Rosyidin. PT BPW Al-Utsamniyah Tur beralamat di Jalan Raya Jakarta-Bogor KM 43 Ruko Cibinog Blok C. 6 Lantai 1 Kelurahan Cirimekar Kecamatan Cibinong, Bogor.

Selain kantor pusat, PT BPW Al-Utsmaniyah Tur juga memiliki sebagian cabang yakni di City Mall, Solo Paragon Mall, Asia Plaza Tasikmalaya, Living World Alam Sutera, Festival City Link Bandung, Trans Studio Makassar, Grand City Surabaya dan SKA Mall.

“Tentang penjatuhan sangsi ini sudah kami berikan segera pada Jumat lalu ke alamat kantor Hannien Tur di Cibinong dan alamat Rumah Pak Farid di Curug Kota Bogor tapi belum bertemu dengan para pihak karena keadaannya kosong, ” ujarnya. (ndi)

Posting Kementerian Agama Cabut Izin Hannien Tour ditampilkan lebih awal di IDNews.co.id.

__Posted on
January 1, 2018
__Categories
Peristiwa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.