Kapolsek Pule Dalam Kegiatan di Disdikpora Pule

Polres Trenggalek – Dunia pendidikan di Indonesia masih memiliki beberapa kendala yang berkaitan dengan mutu pendidikan diantaranya adalah keterbatasan akses pada pendidikan, jumlah guru yang belum merata, serta kualitas guru itu sendiri dinilai masih kurang. Terbatasnya akses pendidikan di Indonesia, terlebih lagi di daerah berujung kepada meningkatnya arus urbanisasi untuk mendapatkan akses ilmu yang lebih baik di perkotaan, menyebabkan adanya unsur Muspika Pule termasuk dari Polsek Pule Polres Trenggalek Iptu Suraji, SH, MH dalam menghadiri kegiatan yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah raga unit Pule  untuk saling membicarakan langkah kedepan dunia pendidikan di Pule, Senin ( 8/1 ).

 

” Kasus putus sekolah anak – anak usia sekolah di Indonesia juga masih tinggi, berdasarkan data kementerian pendidikan dan kebudayaan , di Indonesia terdapat lebih dari 1,8 juta anak setiap tahun tidak dapat melanjutkan pendidikan,  Hal ini disebabkan oleh tiga faktor, yaitu faktor ekonomi, yang mengakibatkan anak – anak terpaksa bekerja untuk mendukung ekonomi keluarga dan adanya pernikahan di usia dini yang masih sering dijumpai di wilayah Pule, ” kata Kapolsek Pule Polres Trenggalek menanggapi adanya dari yang seharusnya masuk sekolah akhirnya putus di jalan.

 

Permasalahan yang timbul dari putus sekolah adanya pernikahan dini, banyak terjadi dari dahulu sampai sekarang. Kebanyakan para pelaku pernikahan dini tersebut adalah remaja desa yang memiliki tingkat pendidikan kurang. Remaja desa kebanyakan malu untuk menikah pada umur 20 tahun keatas. Anggapan remaja desa lebih memungkinkan untuk menikah diusia muda karena disana ada anggapan atau mitos bahwa perempuan yang berumur 20 tahun keatas belum menikah berarti “Perawan Tua”.

 

Persoalan mendasar dari seorang anak perempuan yaitu ketika dia memasuki usia dewasa, banyak orang tua menginginkan anaknya untuk tidak menjadi perawan tua. Menjadi perawan tua bagi kebanyakan masyarakat dianggap sebagai bentuk kekurangan yang terjadi pada diri perempuan.

 

Untuk itu, dalam bayangan ketakutan yang tidak beralasan banyak orang tua yang menikahkan anaknya pada usia muda. Kondisi itulah yang menjadikan timbulnya persepsi bahwa remaja desa akan lebih dulu menikah dari pada remaja kota. Anggapan-anggapan tersebut muncul karena kurangnya pengetahuan dari masyarakat mengenai pentingnya pendidikan bagi remaja.

 

Pernikahan usia dini akan berdampak pada kualitas anak, keluarga, keharmonisan keluarga dan perceraian. Karena pada masa tersebut, ego remaja masih tinggi. Kebanyakan dari mereka tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, dikarenakan faktor sosial budaya dan tingkat pendidikan rata-rata orang tua mereka juga rendah, sehingga kurang mendukung anak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

 

Baca Artikel ini melalui Gadget Anda, silahkan scan QRCode berikut ini:

Related Search

author
No Response

Leave a reply "Kapolsek Pule Dalam Kegiatan di Disdikpora Pule"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.