By | June 30, 2020


(function() { googletag.display(‘div-smallrectangle_1’); });



Tuban (HalloJatim.com) – Ahmad Arifin (35), seorang nelayan asal Kabupaten Tuban tega melakukan pencabulan hingga berhasil menyetubuhi anak tirinya yang masih berusia 14 tahun. Pelaku beralasan tidak kuat menahan nafsu dan kemudian mencoba merayu bocah SMP tersebut. Ahmad juga mengaku selama ini tidak lagi dilayani oleh sang istri.

Pria yang sudah tiga kali membangun rumah tangga yang selalu gagal itu mengaku merayu dan menjanjikan akan membiayai sekolah anak tirinya itu jika mau diajak berhubungan intim. Selain itu Ahmad juga percaya diri kalau korban terpesona terhadap dirinya yang telah menikahi ibu korban.

Saat pertama kali mengajak korban berhubungan layaknya suami istri, Ahmad mengaku tidak sampai melakukan ancaman kekerasan atau lainnya. “Tidak sampai ada paksaan. Sebelumnya itu dia sudah simpatik sama saya,” ujar Ahmad saat berada di Mapolres Tuban, Senin (29/6/2020).

Kapolres Tuban AKBP Ruruh Wicaksono menjelaskan, pencabulan terhadap bocah SMP itu dilakukan Ahmad pada malam hari. Yakni saat istrinya dan keluarga lainnya sedang tidur. Karena pelaku dan korban itu tinggal satu rumah, pencabulan dilakukan di ruang tamu sedangkan istrinya tidur di kamar.

Sementara itu dalam kasus pencabulan dan juga persetubuhan terhadap anak di bawah umur itu petugas Sat Reskrim Polres Tuban mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian korban dan juga sprei.

“Tersangka sudah kita tahan. Dia terancam hukuman 15 tahun penjara. Namun karena ini dilakukan ayah terhadap anak tiri yang masih ada hubungan keluarga sebelumnya, maka ancaman hukuman ditambah sepertiga, jadi bisa 20 tahun penjara,” pungkasnya. [mut/suf]

(function() { googletag.display(‘div-mediumrectangle_3’); });




https://jsc.mgid.com/b/e/beritajatim.com.925397.js


https://click.advertnative.com/loading/?handle=6511





(function() { googletag.display(‘div-mediumrectangle_1’); });


Sumber: beritajatim.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.