By | July 31, 2020

Kediri – Walikota Abdullah Abu Bakar buka strategi pembangkitan ekonomi Kota Kediri dampak Covid-19. Paparan tersebut disampaikan di hadapan pejabat perbankan dan pengusaha dalam sebuah acara talkshow  bertajuk Strategi Pemulihan Ekonomi Daerah di Era New Normal , Kamis (30/7/2020) siang.

Acara tersebut digagas Kantor Perwakilan
Wilayah Bank Indonesia Kediri. Selain Walikota Kediri terdapat dua narasumber
lain, yakni, Kepala (Kantor Perwakailan Wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Kediri
Sofwan Kurnia dan Kepala OJK Bambang Supriyanto dengan moderator Wakil Ketua
Umum KADIN Bidang UMKM Setyo Hadi.

Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar mengungkapkan,
kebijakan di Kota Kediri sejak awal pandemi tidak melakukan lock down, karena ekonomi harus tetap
berjalan. Namun wajib melaksanakan protokol kesehatan dan pembatasan kerumunan.

Diambil langkah, Pemkot Kediri berinovasi
membuat program belanja instan dari rumah (Bi Imah). Serta ada gerakan
bungkusin yakni untuk cafe dan resto di awal pandemi hanya diperbolehkan layanan
take away  (bawa pulang). “Kita ingin ekonomi tetap berjalan
di masa pandemi ini. Karena di Kediri ini yang banyak sektor UMKM-nya.
Masyarakat di Kediri ini sangat padat sekali mereka tinggal sangat rapat.
Sehingga risiko penularan di Kota Kediri jauh lebih tinggi daripada di
Kabupaten Kediri. Akhirnya kita bikin gerakan-gerakan ini,” ujarnya.

Kemudian, Pemkot Kediri juga melakukan
pemberdayaan masyarakat, pemberian bantuan dan pembebasan pajak. Untuk
mempertahankan roda perekonomian tetap berputar serta menjaga daya beli
masyarakat, Pemkot meluncurkan kartu SAHABAT (santunan hadapi bencana tunai).
Bantuan tidak hanya Kartu SAHABAT dari APBD dan APBN serta APBD provinsi.
Bantuan dari dermawan juga banyak penyaluran dan penghimpunan akhirnya
melibatkan lembaga nirlaba, diwadahi sinergi jaring pengaman sosial (Si Jamal).
Ada juga kebijakan untuk membebaskan pajak daerah bagi resto dan hotel yang
tidak mem-PHK karyawannya. “Kita juga memberikan order masker tenun kepada
perajin tenun ikat. Karena banyak perajin tenun ikat di Kota Kediri jadi kalau
maskernya hanya pakai kain biasa kasihan mereka. Maka dari itu kita match-kan. Jumlahnya puluhan ribu bahkan
ratusan ribu,” jelas Mas Abu-sapaan akrab Walikota Kediri.

Baca Juga :  Upaya Selamatkan Aset Desa, Warga Desa Kebaman Banyuwangi Pasang Spanduk

Mas Abu juga mengungkapkan juga melakukan review produk UMKM melalui akun
instagram pribadinya. Pandemi ini mengharuskan tiap orang mengurangi keluar
rumah. Dampaknya penjualan offline
menurun. “ Alhamdulillah setelah di review omset
produk mereka bertambah,” ungkapnya.

Memasuki tahap adaptasi atau pra kondisi new
normal , Pemkot Kediri mengeluarkan Perwali No:16 Tahun 2020 tentang
pengendalian kegiatan hiburan dan 
perdagangan dalam rangka percepatan 
penanganan corona virus disease 2019. Perwali ini sebagai dasar bagi
Satpol, Polisi, dan TNI untuk menertibkan usaha-usaha yang tidak mematuhi
protokol kesehatan. “Untuk sementara arena olahraga dan tempat wisata belum
buka dulu. Yang boleh buka yang berisiko rendah namun memiliki dampak ekonomi
tinggi,” imbuh Mas Abu.

Untuk recovery ekonomi, Pemkot Kediri juga
membuat berbagai program untuk pelaku usaha agar dapat menjual produknya secara
online . Hal ini dilakukan untuk percepatan UMKM Kota Kediri.
Diantaranya,migrasi UMKM ke pemasaran digital, mendorong kegiatan ekonomi
secara virtual, dan menyiapkan platform digital untuk UMKM. “Kita sudah lakukan
pelatihan foto produk UMKM dan digital marketing. Ada pula pameran virtual dan
kita juga buat platform Mall UMKM Kediri. Ada juga ngamen virtual Kami sadar recovery ekonomi ini tidaklah mudah
untuk itu kita semua harus berkolaborasi,” pungkasnya.(gos)

Sumber: lenteratoday.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.