Induk Perusahaan Line Beri Pendanaan Rp2,1 Triliun untuk Emtek

Induk perusahaan Line, Naver Corporation, menginvestasikan dana sebesar US$150 juta (sekitar Rp2,1 triliun) dalam aksi penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement yang dilakukan oleh PT Elang Mahkota Teknologi (Emtek).

Pihak Naver mengungkapkan bahwa investasi strategis ini bertujuan untuk mengeksplorasi peluang pertumbuhan baru di Asia Tenggara, terutama di Indonesia, yang akan dilakukan bersama mitra regional mereka.

“Melalui kemitraan strategis dengan Emtek, kami akan menciptakan sinergi di berbagai bidang. Bersama dengan mitra kami di Asia Tenggara, Naver akan membawa model bisnis Asia ke panggung global,” ujar Lee Jung-an, Head of Corporate Development and Investment Naver.

Perusahaan asal Korea Selatan ini memang banyak berinvestasi kepada startup potensial di Asia Tenggara. Pada bulan Februari 2020, Naver Corporation menginvestasikan US$50 juta (sekitar Rp709 juta) kepada Bukalapak melalui Mirae Asset-Naver Asia Growth Fund. Selain itu, startup e-commerce asal Singapura, Carousell, juga meraih US$80 juta (sekitar Rp1,1 triliun) dari Naver Corporation pada September 2020.

Emtek sendiri telah melaksanakan aksi private placement sejak 31 Maret 2021 dengan menerbitkan sebanyak 4,75 miliar saham baru. Emiten berkode saham EMTK ini berhasil memperoleh dana segar sebesar Rp9,29 triliun.

Dana segar yang diperoleh pemilik platform over the top (OTT) Vidio ini hendak digunakan untuk investasi dan modal kerja bagi perusahaan dan entitas anak perusahaan. Nilai kapitalisasi pasar dari Emtek kini telah mencapai US$10 miliar (sekitar Rp145 triliun).

Selain Naver, beberapa perusahaan yang turut berpartisipasi dalam aksi private placement Emtek ini adalah PT Asuransi Allianz Life Indonesia, PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk, dan PT Manulife Aset Manajemen Indonesia.

Langkah ini juga mengubah komposisi pemegang saham dari Emtek. Kepemilikan saham Eddy K. Sariaatmadja kini telah terdelusi dari angka 24,9 persen menjadi 22,96 persen. Hal yang sama pun berlaku pada saham bos grup Indofood Anthoni Salim yang turun dari 9,08 persen menjadi 8,38 persen.

(Diedit oleh Aditya Hadi Pratama)

Artikel ini telah tayang di id.techinasia.com

__Posted on
April 8, 2021
__Categories
Peristiwa, Start Up

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.