Fakta Pewarna Makanan dan Kanker

No comment 17 views

DokterSehat.Com– Ahli gizi dan ahli diet mendorong kita untuk mengonsumsi makanan berdasarkan warna makanan. Sayuran berdaun hijau, paprika kuning, labu kuning, wortel oranye, apel merah, kubis ungu, dan sebagainya.

doktersehat-permen-manis

Masing-masing warna mewakili nutrisi atau senyawa berbeda yang bekerja dengan tubuh Anda agar tetap sehat. Warna-warna ini membuat makanan ini secara visual menarik. Karena kita makan dengan pandangan mata sebelum makanan masuk ke mulut kita.

Di zaman makanan olahan, pewarna makanan ditambahkan untuk menciptakan tampilan yang segar dan menarik. Menambahkan stroberi merah cerah di atas sereal dapat menggugah selera Anda.

Mengapa pewarna makanan digunakan?
Saat makanan diproduksi secara massal dan dibuat secara artifisial, nutrisi dan warna alami hilang. Agar produk makanan tetap berselera, produsen menambahkan pewarna makanan buatan, pengawet untuk menghambat pembusukan.

Keindahan alam dan nutrisi makanan diganti dengan senyawa palsu atas nama pembuatannya yang cantik dan bisa dipasarkan. Produsen menyembunyikan jaringan yang sangat nyata yang ditemukan antara pewarna makanan sintetis yang memicu kanker, kegagalan organ, dan disfungsi neurologis.

Di Amerika Serikat sendiri menjadi bisnis besar dan makanan buatan baru sedang diciptakan setiap hari untuk memenuhi permintaan.

Mengapa AS Tidak Bisa Ikuti Pemimpin Uni Eropa?
Uni Eropa memutuskan untuk menghentikan zat aditif yang berpotensi berbahaya pada tahun 2010. Di Inggris, produsen diminta untuk mengganti warna makanan dan rasa buatan dengan alternatif alami. Paling tidak, makanan yang mengandung pewarna makanan buatan sekarang harus membawa label peringatan.

Saat ini Amerika Serikat tidak memiliki rencana untuk melarang pewarna makanan atau mengubah peraturan terkait aditif ini. Ini terlepas dari penelitian yang menunjukkan bahaya zat warna pada konsumen, terutama anak-anak.

Pewarna makanan untuk diwaspadai
Beberapa zat aditif warna paling berbahaya yang saat ini digunakan, seperti melansir The Truth About Cancer, berikut ini:

Biru #1 (Brilliant Blue) – terutama ditemukan dalam makanan panggang, minuman, dan sereal. Ini menyebabkan tumor ginjal pada tikus percobaan.

Biru #2 (Indigo Carmine) – pewarna dalam permen, makanan hewan, dan barang lainnya. Warna ini menyebabkan tumor otak pada tikus.

Hijau #3 (Fast Green) – ditemukan di banyak kosmetik, permen, dan obat-obatan. Meningkatkan tumor kandung kemih dan testis pada tikus jantan.

Merah #4 (Erythrosine) – warna ceri maraschino, makanan panggang, dan permen. Dilarang oleh FDA karena menyebabkan tumor tiroid bila digunakan dalam kosmetik dan obat topikal yang diterapkan secara eksternal.

Merah #5 (Allura Red) – pewarna yang paling banyak digunakan ditemukan di sereal, makanan pencuci mulut, obat-obatan terlarang, dan kosmetik. Berisiko tumor pada tikus dan memicu reaksi alergi dan hiperaktif pada anak.

Kuning #6 (Tartrazine) – ditemukan dalam sejumlah makanan panggang, sereal, produk gelatin, dan bubuk pencuci mulut. Menyebabkan hipersensitivitas yang parah dan memicu gangguan hiperaktif dan masalah perilaku lainnya pada anak-anak.

Kuning #7 (Sunset Yellow) – Digunakan dalam minuman, makanan pencuci mulut, gelatin, permen, dan bahkan sosis. Ditemukan menyebabkan tumor adrenal dan memicu hiperaktivitas berat pada anak-anak.

Sayangnya pewarna makanan ini sangat umum digunakan, terutama pada makanan yang ditujukan untuk anak-anak, orangtua bahkan tidak mempertimbangkan bahaya. Sereal berwarna, minuman energi berwarna biru, dan makanan ringan rasa keju berwarna oranye.

Source: http://doktersehat.com/fakta-pewarna-makanan-dan-kanker/

Baca Artikel ini melalui Gadget Anda, silahkan scan QRCode berikut ini:

Related Search

author
No Response

Leave a reply "Fakta Pewarna Makanan dan Kanker"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.