Dubes Diminta Perbaiki Citra Sawit di Pasar Non Tradisional

IDNews.co.id – Kampanye hitam pada produk kelapa sawit Indonesia di negara Barat jadi perhatian perlu pemerintah. Sebab, sawit sebagai satu diantara potensi besar yang dipunyai, berefek besar pada perekonomian rakyat dan nilai export Indonesia.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir mengatakan, kalau dalam Rapat Kerja Kepala Perwakilan RI minggu ini, para duta besar diluar negeri disuruh untuk merubah mind set atau cara berpikirnya pada kelapa sawit.

” Kesepakatan kita supaya semuanya merubah mind set pada kelapa sawit. Tidak saja adalah produk perlu untuk makanan, namun juga jadi sumber perlu dalam daya terakhirkan, ” kata Arrmanatha di Jakarta, Sabtu (17/2/2018).

Arrmanatha menjelaskan, kalau seandainya Indonesia mendorong penambahan produksi sawit, tidak tutup peluang satu tahun lebih ke depan Indonesia akan jadi produsen terbesar untuk biodiesel, yang menggunakan produk sawit.

Untuk diketahui, sekarang ini export sawit Indonesia mencapai sekitar Rp244, 4 triliun, atau sekitar 12, 3 persen dari keseluruhan nilai total export Tanah Air. Mengingat perlunya produk itu, jadi perwakilan Indonesia diluar negeri disuruh untuk proaktif mendorong promosi sawit dan tingkatkan usaha diversifikasi pasar.

Sekarang ini, tiga negara sebagai maksud utama export kelapa sawit Indonesia diantaranya India, Tiongkok dan Pakistan. Akan tetapi banyak negara pasar non tradisionil yang pantas dilirik untuk jadi maksud export Indonesia.

” Banyak negara beda, seperti Afrika yang mungkin yang belum kita buat. Kita berusaha mengerjakan pasar untuk buka akses untuk produk sawit Indonesia. ” (ndi)

Posting Dubes Diminta Perbaiki Citra Sawit di Pasar Non Tradisional ditampilkan lebih awal di IDNews.co.id.

Baca Artikel ini melalui Gadget Anda, silahkan scan QRCode berikut ini:

Related Search

author
No Response

Leave a reply "Dubes Diminta Perbaiki Citra Sawit di Pasar Non Tradisional"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.