By | July 31, 2020



Jember (HalloJatim.com) – Mohammad Husni Thamrin, pengacara Camat Tanggul Muhammad Ghozali, menawarkan opsi keringanan rekomendasi sanksi untuk kliennya kepada Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), dalam mediasi di Pengadilan Negeri Jember, Jawa Timur, Kamis (30/7/2020).

“Saya menawarkan, agar penggugat tidak terlalu rugi dan Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) serta KASN tetap terjaga wibawanya, untuk mengubah sanksi dari sedang menjadi sanksi ringan,” kata Thamrin, usai mediasi.

Namun, lanjut Thamrin, KASN dalam mediasi di luar pengadilan menawarkan akan memberi sanksi teringan dari disiplin sedang dan akan mengganti kerugian materiil, andaikan penggugat menerima sanksi sedang tersebut. “Saya menyampaikan kalau rekomendasi KASN sudah kadaluwarsa, sudah lewat 14 hari dari yang ditentukan, sehingga sudah tidak relevan lagi,” katanya.

Thamrin mengatakan, materi mediasi tidak sama dengan pokok perkara dalam gugatan. “Begitu juga bukti yang disampaikan dalam mediasi, tidak dapat dijadikan bukti dalam sidang pokok perkara. Prinsipnya, mediasi itu mencari titik temu yang tdk merugikan pihak, harus ada saling memberi dan menerima,” katanya.

KASN sendiri bersikukuh sudah mengeluarkan rekomendasi sanksi untuk Ghozali sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Garis bawahnya adalah kami sudah melaksanakan sesuai perintah Undang-Undang ASN. Karena merupakan perintah Undang-Undang ASN, maka rekomendasi itu wajib dilaksanakan oleh PPK (Pejabat Pembina Kepegawaian), kecuali ada fakta-fakta baru atau novum yang bisa mengubah,” kata Agung Hendrawan, asisten komisioner KASN.

Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Jember, Jawa Timur, dan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) digugat oleh Muhammad Ghozali untuk membayar ganti rugi Rp 533 juta, karena dianggap melakukan perbuatan melawan hukum, menyusul terbitnya surat rekomendasi sanksi terhadap Ghozali.

Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) merekomendasikan agar Ghozali dijatuhi sanksi disiplin sedang, karena terbukti melanggar netralitas aparatur sipil negara dengan mengampanyekan Bupati Faida yang mencalonkan diri kembali dalam pemilihan kepala daerah.

Baca Juga :  Polsek Durenan Giatkan Patroli Perbatasan Dan Obyek vital Cegah Tindak Kejahatan

Semua berawal dari beredarnya sebuah klip berdurasi 21 detik di media sosial yang mempertontonkan Muhammad Ghozali sedang mengajari seorang perempuan tua difabel agar mengucapkan ‘salam dua periode’ dan dukungan untuk bupati. Video tersebut dibuat, saat Ghozali menyalurkan bantuan kursi roda dari Dinas Sosial Jember kepada perempuan tua difabel warga Desa Kramat Sukoharjo pada 13 Februari 2020. [wir/suf]





















Sumber: beritajatim.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.