Bunga Pinjaman Tinggi Disoal DPRD DKI

IDNews.co.id – Program One Kecamatan One Center for Enterpreneur (OK OCE) terus berjalan. Hingga kini jumlah pesertanya telah mencapai 2.610 orang, dan tersebar di 44 kecamatan yang ada di DKI Jakarta.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan DKI Jakarta Irwandi. “Program ini menjadi prioritas kami,” ujar Irwandi, Selasa (9/1).

Irwandi juga mengatakan, pendamping program OK OCE bisa mendapatkan dana Rp 9 juta per bulan. Pendamping program OK OCE bertugas untuk mengurus administrasi para peserta pelatihan kewirausahaan tersebut.

Suku Dinas UMKM di tiap wilayah telah merekrut empat orang pendamping untuk setiap kecamatan. Irwandi menyampaikan, Rp 9 juta itu bukan hanya gaji pokok para pendamping, tetapi juga biaya operasional.

“Gaji UMP Rp 3,6 juta. Kan itu ada (biaya) transport, fotokopi, ada ATK (alat tulis kantor), kalau dijumlahin jadi Rp 9 juta,” ujar Irwandi di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Selasa (9/1).

Biaya operasional juga digunakan konsumsi saat pendamping yang bersangkutan mengundang para peserta pelatihan OK OCE. Irwandi menyampaikan, setiap bulannya, para pendamping OK OCE harus membuat rencana kebutuhan untuk mengurus administrasi.

Rencana kebutuhan itu harus disetujui oleh Kepala Suku Dinas UMKM di tiap wilayah sebelum dananya dicairkan.

“Tergantung keperluan si pendamping. Enggak bisa ambil sembarangan. Jadi, sebulan udah ada budget-nya, enggak boleh lebih, maksimal Rp 9 juta. Kalau enggak sampai Rp 9 juta juga enggak apa-apa, buat bulan besok,” kata dia.

Para pendamping itu juga wajib membuat laporan pertanggungjawaban untuk setiap biaya operasional yang digunakan. Menurut Irwandi, Suku Dinas UMKM telah melakukan perekrutan terbuka untuk pendamping OK OCE.

Syarat menjadi pendamping yakni pendidikan minimal D-3, ber-KTP DKI, berkelakukan baik, dan syarat-syarat lainnya. Irwandi menjelaskan, pendamping OK OCE bertugas untuk mengurus semua keperluan administrasi yang menunjang pelatihan semua peserta di tiap kecamatan. Mereka juga adalah orang-orang yang mencari peserta pelatihan tersebut.

Terkait tinggi bunga yang dikenakan kepada peminjam modal, Kepala Dinas UMKM DKI Jakarta Irwandi menyampaikan, Pemprov DKI Jakarta tidak akan hanya bekerja sama dengan BUMD DKI Jakarta.

Rencananya, Pemprov DKI juga akan menggandeng Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kementerian Koperasi dan UKM sebagai lembaga yang menyediakan pinjaman modal dengan bunga lebih rendah.

“Kalau memang ada permodalan yang bunganya bisa lebih murah, kenapa enggak? Jadi, enggak perlu harus istilahnya sama Bank DKI. Kami akan kerja sama dengan LPDB Kementerian Koperasi, itu lebih di bawah dari bank dan prosedurnya lebih gampang,” ujar Irwandi seusai rapat.

Mengomentari hal itu, Anggota Komisi B (bidang perekonomian) DPRD DKI Jakarta Nur Afni Sajim mengatakan, bunga yang ditetapkan untuk pinjaman modal peserta One Kecamatan One Center for Entrepreneurship atau OK OCE terlalu tinggi.

Bank DKI dan PT Jamkrida Jakarta memasang bunga 13 persen untuk pinjaman modal. Politisi Partai Demokrat itu mengatakan, calon pelaku UMKM tidak akan sanggup meminjam modal dengan bunga setinggi itu.

“Apa yang diuntungkan dengan pelatihan (OK OCE) itu? Bunganya aja 13 persen. Jadi, mana mungkin itu pelaku usaha sanggup meminjam dengan Bank DKI atau Jamkrida dengan bunga 13 persen,” ujar Afni.

Afni menyampaikan, bunga yang ditetapkan BUMD DKI lebih tinggi dibandingkan bunga pinjaman modal yang ditetapkan bank-bank lainnya. Dia mencontohkan bunga pinjaman modal dari Bank Artha Graha dan Bank BNI.

“Modal dengan bunga 13 persen, lebih murah bunga dari Bank Artha Graha 7 persen ketimbang ke Bank DKI 13 persen. BNI 9 persen,” kata dia.

Dari hasil pemantauannya dalam pelatihan OK OCE di Jakarta Barat, Afni menyebut banyak peserta yang tidak mengerti pelatihan yang mereka ikuti. Para peserta juga kebanyakan merupakan pedagang kecil-kecilan yang tidak bisa membayar bunga tinggi.

“Ketika saya tanya dagang apa, terus bagaimana kalau nanti mau buka usaha, ‘Waduh saya kan cuma jualan nasi uduk, kalau dipinjemin bunga 13 persen, ya saya enggak sangguplah’,” beber Afni.

Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, menegaskan OK-OCE dicetuskan pertama kali sebagai gerakan, bukan sebagai program.

Dalam hal ini, Pemprov DKI  hanya menjadi fasilitator untuk mendukung kegiatan tersebut dengan menggunakan aset-aset yang ada seperti kantor kecamatan sebagai co-working space.

Para peserta dalam kegiatan tersebut, sebut Sandi, haruslah didik terlebih dahulu menjadi pengusaha yang baik sehingga industri perbankan tak ragu untuk memberikan kredit modal.

“Begitu ada pelatihan, mereka ada pendampingan. Lahan usahanya sudah ada. Bank DKI sudah siap. Beberapa Bank sudah mau. Ada beberapa institusi mau juga,” tandas dia. (pas)

Posting Bunga Pinjaman Tinggi Disoal DPRD DKI ditampilkan lebih awal di IDNews.co.id.

__Posted on
January 10, 2018
__Categories
Peristiwa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.