Bantuan 9 Alat Tangkap Kementerian KKP untuk Nelayan Mengecewakan

Surabaya (DOC) –  Komisi B DPRD Jatim kecewa dengan bantuan alat tangkap untuk nelayan dari Kementerian Kelautan Pertanian (KKP) yang ada 9 jenis ternyata tak diharapkan oleh nelayan yang ada di Jatim. Alat tersebut antara lain jaring insang, trammel net, bubu lipat ikan, bubu rajungan, pancing ulur, rawai dasar, rawai hanyut, pancing tonda, serta pole and line.

“Bantuan alat tangkap ikan  dari KKP tersebut tak sesuai dengan harapan paea nelayan di Jatim,” ungkap Ketua Komisi B DPRD Jatim Achmad Firdaus, Selasa (9/1/2018).

Politisi asal Partai Gerindra ini mengatakan rata-rata alat tangkap tersebut memiliki jaring ikan yang tak bisa digunakan untuk menangkap ikan.  ”Lubang dari jaringnya ada yang besar-besar sehingga nelayan mengeluh tak bisa untuk menangkap ikan,” sambung pria asal Lamongan ini.

Firdaus menambahkan, seharusnya KKP sebelum memberikan bantuan tersebut melakukan komunikasi dengan nelayan di Jatim terkait kelayakan alat tangkap yang akan diterima mereka. “Seakan-akan nelayan dipaksa untuk memakai alat tangkap yang mereka siapkan. Padahal kondisinya tak sesuai yang diharapkan,” sambungnya.

Penyebaran dari 9 jenis alat tangkap tersebut tak merata dibagi di Jatim. “Ada 900 alat tangkap yang dibagi di Jatim. Namun, besarannya dibagi di masing-masing daerah tak sesuai. Nelayan di Tuban diberi, tapi di Lamongan tak diberi sehingga menimbulkan kecemburuan dari nelayan daerah,” terangnya.

Sementara itu, anggota Komisi B DPRD Jatim Noer Sutjipto menegaskan setelah datang di KKP, pihaknya diberi arahan jika alat penangkao ikan cantrang dapat merusak lingkungan laut. Dan sebagai penggantinya, KKP sudah menyediakan alatnya dan diberikan secara gratis bagi nelayan yang kapalnya memiliki bobot 10 grosston alias GT.

“Bagi mereka yang belum mendapatkan bantuan silahkan daftar ke Dinas Kelautan dan Perikanan di masing-masing wilayah dimana mereka berdomisili,” tegasnya.

Selain mendapatkan bantuan alat penangkap ikan, KKP juga memberitakan bantuan kontainer yang dulu namanya pupon yang ditanam di laut. Dimana kontainer digunakan untuk mengumpul ikan dari sejumlah nelayan yang nantinya dibawah ke daratan. Hal ini diantaranya untuk mempermudah kerja nelayan. (bah)

Baca di link asal : Bantuan 9 Alat Tangkap Kementerian KKP untuk Nelayan Mengecewakan

Baca Artikel ini melalui Gadget Anda, silahkan scan QRCode berikut ini:

Related Search

author
No Response

Leave a reply "Bantuan 9 Alat Tangkap Kementerian KKP untuk Nelayan Mengecewakan"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.