Bandar Narkoba Mati Tertembak

IDNews.co.id – Polisi menembak mati bandar narkoba bernama Ahmad Sofyan alias Sofyan, 33, yang menganiaya Brigadir Polisi Rizal Taufik hingga sekarat. Brigadir Rizal Taufik dianiaya AS saat hendak ditangkap di jalur rel kereta Kampung Janis Bandengan Selatan Tambora Jakarta Barat pada Jumat malam (5/1) lalu.

Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi menjelaskan, Sofyan ditembak mati anak buahnya saat melawan menggunakan pisau. Sedangkan isterinya yang bernama Siti Aisyah alias Siti sudah diamankan pihaknya. ”Bandar narkobanya AS (AhmadSofyan), sedangkan isterinya yang mengecerkannya,” ujar Hengki di RS Polri Kramat Jati, Minggu (7/1).

Dijelaskan Hengki, awal kejadian ketika Brigadir Rizal bersama tim hendak menangkap Sofyan menggunakan metode undercover buy. Ketika Rizal yang menyamar hendak membeli shabu kepada Sofyan di tepi rel kereta di kampung Janis Bandengan Selatan tak jauhd ari rumah Sofyan.

Sementara di saat yang sama, rekan-rekan Rizal unit Reserse Narkoba Polres Jakarta Barat sudah siap-siap mengawasi untuk menangkap. Mendadak Sofyan seperti sadar kalau Rizal adalah polisi yang menyamar. Ia pun langsung menyerang Rizal dengan kayu kaso yang berada didekatnya.

Kepala Rizal berkali-kali dihantam kayu kaso membuatnya langsung kelenger bersimbah darah. Rekan-rekan Rizal yang sudah siaga hendak menangkap Sofyan ternyata mendapati rekannya sudah sekarat dengan luka pendarahan pada kepala dan otak.

Rizal pun langsung dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati. Hingga kini Rizal masih mendapat perawatan intensif di rumah sakit. ” “Anggota saya itu mengalami luka retak pada tulang tengkoraknya karena hantaman kayu,” ujar Hengki.

Sedangkan terhadap Sofyan, aparat Polres Jakarta Barat langsung melakukan perburuan besar-besaran.

Dalam waktu beberapa jam isteri Sofyan yang bernama Siti berhasil ditangkap, disusul tak lama kemudian Sofyan juga berhasil ditangkap. Atas petunjuk isterinya, Sofyan ditangkap pada Sabtu malam (6/1) di Desa Sindang Sono Nomor 44 RT 02 RW 03 Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, Banten.

Di kalangan warga sekitar Bandengan Selatan, Siti disapa dengan sebutan ”Ibu Negara”. ”Jadi pasutri (pasangan suami isteri) ini adalah residivis. Mereka keluar penjara tahun 2010 lalu. Suaminya bandar, istri yang menjual,” lontar Hengki.

Usai ditangkap Sofyan langsung digelandang polisi kerumahnya untuk menunjukkan lokasi persembunyian narkoba dagangannya di rumah itu. Namun di dalam rumah, mendadak Sofyan menyambar pisau dapur dan langsung digunakan untuk menyerang petugas.

Tak mau kecolongan, petugas langsung menembak dada dan wajah Sofyan yang membuatnya tewas di tempat.  Sebelum ditembak mati, Sofyan mengaku kalau isterinyab turut membantunya menganiaya Brigadil Rizal.

”Tersangka AS tiba-tiba mengambil pisau dapur stainlees bergagang plastik warna ungu motif bintang yang tergeletak di dekat lemari sebelah televisi di rumah itu. Ia lalu menyerang salah satu anggota Satuan Resnarkoba yang mengakibatkan pakaian anggota itu robek,” terang Hengki.

Selanjutnya jasad Sofyan langsung dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati. Dari dalam rumah itu polisi menyita dua paket shabu seberat 1.42 gram dan 0,25 Gram, turut disita pisau dapur stainless steel yang digunakan AS menyerang petugas, alat hisap sabu atau bonk, dan dua unit ponsel. ”Untuk tersangka SA (Siti Aisyah) yang merupakan isteri AS tetap kami lanjutkan proses tindak pidananya,” tegas Hengki.

Kepada Siti, polisi menjeratnya dengan pasal berlapis, yakni Pasal 114 ayat (1) sub 112 ayat (1) juncto 132 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal 351 ayat (2) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang penganiayaan yang mengakibatkan luka berat dengan ancaman hukuman seumur hidup dan hukuman mati. (dus)

Posting Bandar Narkoba Mati Tertembak ditampilkan lebih awal di IDNews.co.id.

__Posted on
January 8, 2018
__Categories
Peristiwa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.