Asmat Butuh Program Terpadu

IDNews.co.id – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Ermalena menyarankan kepada pemerintah dalam mengatasi penyakit cacar dan gizi buruk yang menimpa anak-anak di Kabupaten Asmat, Papua, dengan menggunakan program terpadu.

Tidak hanya Kementerian Kesehatan saja, tapi melibatkan pemerintah daerah, kementerian dan lembaga pemerintahan lain yang relevan dalam mengatasi kasus gizi buruk. Selain itu, ia juga menganjurkan agar tidak hanya menyelesaikan kasus per kasus tetapi harus perencanaan jangka panjang.

“Bila hanya rehabilitasi medik, itu hanya salah satu hal yang memang harus dilakukan saat ini, saat ada kejadian,” ujar Erma dalam keterangan tertulisnya kepada Parlementaria, Jumat (26/01/2018).

Menurut Politisi Fraksi PPP itu, perencanaan jangka panjang harus menjadi solusi terhadap masalah gizi buruk yang terjadi. Mengatasi dengan misi jangka panjang harus dilakukan secara terpadu, jika tidak kejadian gizi buruk akan kembali terulang.

Selain program secara terpadu, Erma mengatakan negara juga harus hadir secara paripurna bagi seluruh bangsa Indonesia, bukan hanya di Papua yang saat ini sedang terjadi kasus gizi buruk.

“Juga harus daerah-daerah khusus lain seperti wilayah kepulauan dan perbatasan dengan negara lain,” ungkap politisi asal dapil Nusa Tenggara Barat itu.

Ermalena menilai kasus gizi buruk merupakan masalah yang kompleks, bukan hanya semata-mata masalah kesehatan, tetapi juga masalah pola hidup, ekonomi, dan pendidikan.

“Masalah ekonomi dan pendidikan juga termasuk, misalnya pemahaman tentang memilih dan memberikan makanan pada anak, dan khususnya pada balita,” jelasnya. (par/fat)

Posting Asmat Butuh Program Terpadu ditampilkan lebih awal di IDNews.co.id.

__Posted on
January 27, 2018
__Categories
Peristiwa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.