Anak Jalanan Rentan Jadi Korban Kejahatan

No comment 39 views

IDNews.co.id – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta agar pemerintah pusat optimal dalam berperan melakukan pencegahan dan penanganan anak jalanan di DKI Jakarta. Sebab, anak jalanan rentan dieksploitasi oleh berbagai tindak kejahatan, secara seksual dan ekonomi.

“Pemerintah daerah harus perduli terhadap anak jalanan dan perlu perlindungan khusus, serta kewajiban dari pihak Dinas Sosial. Sebab modusnya para pelaku kejahatan ini bervariatif,” tegas Ketua KPAI Susanto, di Jakarta, Rabu (3/1) siang.

Selain itu, Susanto menambahkan, KPAI mendorong penegakkan hukum, proses pidana pada pelaku dan para tersangka perantara agar dikenai UU No. 21 tahun 2007 tentang PTTPO (Penghapusan Tindak Pidana Perdagangan Orang) dengan ancaman pidana maksimal 10 tahun serta UU No. 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, maksimal 15 tahun penjara.

Berdasarkan pengawasan KPAI pada Selasa (02/01), ada beberapa catatan. KPAI melalui Komisioner Bidang Trafiking dan Eksploitasi Anak, Ai Maryati Solihah dan Komisioner Bidang Sosial dan Anak dalam Situasi Darurat, Susianah Affandy mendalami kasus trafiking yang menyasar anak jalanan tersebut. “Ini merupakan modus baru trafiking anak,” tandas dia.

KPAI mendukung kepolisian untuk membongkar sindikat perdagangan orang yang kerap mengeksploitasi anak-anak di bawah umur. Kasus trafiking dan ekploitasi yang diterima KPAI pada tahun 2017 mencapai 293 kasus.

Dengan aduan kasus terbanyak anak yang menjadi korban prostitusi ada 92 kasus. Bahkan pada kasus anak yang menjadi korban eksploitasi pekerja anak terdapat 83 aduan kasus.

Seperti pada kasus WN Jepang, Koki restoran Jepang yakni Akirando, 49, yang menyasar anak jalanan sebagai obyek seksual. Pelaku inisial D, 17, berkomunikasi melalui Facebook.

Sehingga ada 5 anak (2 korban diantaranya penjual tissue) beraktifitas di jalanan sekitar Blok M dan bertemu di Gedung Blok M Square. Di sinilah terjadi transaksi antara D sebagai mucikari.

Bule sebagai pelaku memberikan uang sebesar Rp 1,4 juta. Sedangkan uang yang diberikan kepada korban hanya Rp 200 ribu, selebihnya diambil D. Kepolisian menangkap 2 perantara terjadinya eksploitasi seksual, yakni Rini dan Lia yang belum ditangkap.

Dalam hal ini, KPAI mensinyalir adanya potensi eksploitasi seksual yang dilakukan oleh pelaku jaringan pedofilia berkebangsaan WNA dengan indikasi pelaku memesan dan menghendaki hubungan seksual dengan anak-anak di bawah umur sebagai target sasarannya.

Aksi hubungan seksual dilakukan di 5 lokasi, 4 di antaranya di hotel di kawasan Kebayoran Baru dan salah satu apartemen di kawasan Casablanca, Tebet.¬†“Tentu analisis ini perlu dikembangkan oleh kepolisian untuk mengungkap. Sekecil mungkin potensi itu terjadi,” tutur dia.

Penanganan terhadap anak jalanan harus komprehensif. Susanto menambahkan, ada anak yang tereksploitasi tidak bisa keluar dari zona itu.

Kemudian anak jalanan perlu ada intervensi dari keluarga. Ada anak jalanan yang ikut-ikutan teman-temannya. Lalu ada anak jalanan sebagai pilihan hidup dan hal ini harus diintervensi dengan pendidikan agar jalan pikiran anak tersebut berubah.

Pemerintah hendaknya memenuhi perlindungan khusus pada korban dengan menjalankan fungsi rehabilitasi korban secara tuntas. Baik fisik dan psikologis sehingga dapat memulihkan semangat hidup mereka.

KPAI melakukan pengawasan, anak harusnya terlindungi dari eksploitasi kekerasan seksual. Jadi harus terpenuhi hak dasarnya dan yang memenuhi negara. Persoalan anak terlantar ini ada pidana peradilan anak.

Implementasi Perundang-undangannya harus diawasi. “Kita ingin pemerintah mempertahankan kekuatan pilar pada keluarga,” ujar Susianah Affandy didampingi Kanit PPA Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Nunu.

Pihaknya juga akan melakukan pemulihan, trauma healing baik kepada korban maupun pelaku. Nanti hasil dari assessment dialog mendalam untuk pendekatan emosional kepada korban dan pelaku. Kedepan kita akan merujuk si anak (korban) ke Rumah Perlindungan Anak di Bambu Apus, Jakarta Timur.

Dia mengimbau, kepada orang tua dan keluarga agar meningkatkan pengasuhan dan pengawasan di dalam keluarga. Agar mampu mencegah dan mendeteksi pergaulan anak di luar rumah, sehingga keluarga memiliki ketahanan dalam perlindungan anak. (dus)

Posting Anak Jalanan Rentan Jadi Korban Kejahatan ditampilkan lebih awal di IDNews.co.id.

Baca Artikel ini melalui Gadget Anda, silahkan scan QRCode berikut ini:

Related Search

author
No Response

Leave a reply "Anak Jalanan Rentan Jadi Korban Kejahatan"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.