Alkohol Membuat Agresif, Ini yang Terjadi di Dalam Otak

IDNews.co.id – Minuman mengandung alkohol memang dilarang diperjual-belikan di banyak wilayah di Indonesia. Tetapi sebenarnya, masih beberapa orang yang dengan sembunyi-sembunyi memperjualbelikannya, bahkan pada mereka yang belum cukup usia.

Sudah lama diketahui, jika alkohol dapat menyebabkan mabuk dan kehilangan kesadaran. Hingga orang yang meminumnya tak lagi ingat apa yang sudah dikerjakannya, meskipun itu membahayakan nyawanya meskipun.

Alkohol dapat juga buat peminumnya berperilaku agresif. Dan saat ini para periset sudah membuktikan dengan tepat, kenapa dan bagaimana orang jadi agresif setelah minum alkohol. Seperti apa keterangan mereka?

Dalam sebuah pemindaian otak dari relawan yang meminum dua vodka lemonades membuktikan, minuman keras ini memengaruhi korteks prefrontal – ruang otak yang mengatur agresifitas.

Sebagai perbandingan, plasebo yang terlihat seperti mixer tidak mengundang perubahan sejenis itu, buat orang dewasa tidak relatif melakukan perbuatan salah.

Dan hampir setengah dari seluruhnya kejahatan kekerasan terkait dengan alkohol. Tetapi sedikit bukti, tentang bagaimana dan kenapa minuman keras dapat mengundang tingkah laku begitu di otak.

Perubahan kimia di otak yang dikarenakan oleh minuman keras, sudah ditampakkan sebagai penyebabnya kekerasan selama sebagian dekade. Dan studi baru ini mempertegas teori yang dipegang dengan luas.

Cuma diperlukan dua gelas vodka saja untuk tim dari Australia, untuk mencatat dampak peredam dalam kerja korteks prefrontal.

Peneliti di Kampus New South Wales melakukan pemindaian MRI pada 50 pria muda dan sehat, yang lalu diberi minuman keras.

Bagaimana study dilakukan?

Peserta di beri dua minuman yang memiliki kandungan 2. 42 mililiter vodka 37, 5 persen untuk setiap kilogram berat badan, atau plasebo bebas alkohol sebelumnya dibawa pergi.

Umpamanya, seorang pria seberat 70 kilogram akan di beri 340 mililiter vodka dalam dua gelas, ditambah dengan air limun dan tonik.

Didalam pemindai MRI, mereka lalu diberitahu kalau mereka akan beradu dalam pekerjaan saat yang kompetitif, yang didesain untuk mengganggunya.

Teknik ini sudah banyak digunakan selama sekitar 50 tahun terakhir, dalam konfigurasi study sebagai cara untuk mengukur tanggapan pada provokasi.

Pemindaian otak sangat mungkin peneliti, yang dipimpin oleh Dr Thomas Denson, untuk melihat ruang otak mana yang dipicu oleh alkohol.

Mereka dapat juga memperbandingkan ketidaksamaan pemindaian, pada peserta yang sudah mengkonsumsi alkohol dan mereka yang tidak meminumnya.

Temuan ini dipublikasikan di jurnal Cognitive, Affective, & Behavioral Neuroscience.

Apa yang ditemukan oleh study ini?

Diprovokasi ternyata tidak punya pengaruh pada tanggapan saraf peserta. Tetapi, saat berperilaku agresif, ada kemiringan aktivitas di korteks prefrontal otak beberapa orang yang sudah mengkonsumsi minuman mengandung alkohol.

Dr Denson mengatakan kalau, ‘bahkan pada dosis rendah’ jalinan pada aktivitas korteks prefrontal dan agresifitas terkait alkohol, ada.

Dibutuhkan semakin banyak penelitian

Mereka mengharapkan study ada semakin besar di masa depan, untuk tentukan seberapa besar dosis minuman keras mengundang agresi.

Dr Denson mengatakan kalau study sejenis itu, ‘pada akhirnya bisa dengan substansial mengurangi bahaya terkait alkohol’, dengan tawarkan trotoar spesial pada mereka yang mengonsumsi minuman keras.(ndi)

Posting Alkohol Membuat Agresif, Ini yang Terjadi di Dalam Otak ditampilkan lebih awal di IDNews.co.id.

Baca Artikel ini melalui Gadget Anda, silahkan scan QRCode berikut ini:

Related Search

author
No Response

Leave a reply "Alkohol Membuat Agresif, Ini yang Terjadi di Dalam Otak"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.