3 Jenderal Ikut Pilkada, Wakapolri: Jangan Seret Polri

IDNews.co.id – Wakil Kepala Kepolisian RI, Komisaris Jenderal Polisi Syafruddin meminta pada tiga jenderal Kepolisian yang memutuskan untuk ikuti kontestasi Penentuan Kepala Daerah serentak 2018, samasekali tidak melibatkan anggota Polri untuk keperluan politik mendukung pencalonan mereka sebagai kepala daerah.

Ketiga jenderal Kepolisian itu yaitu Inspektur Jenderal Safaruddin, Inspektur Jenderal Anton Charliyan, dan Inspektur Jenderal Murad Ismail.

” Kita katakan selamat (pada ketiga jenderal), lalu jangan menyeret-nyeret anggota Polri untuk berpolitik praktis. Itu pesan saya. Polri mesti netral, ” tutur Syafruddin di Kantor Wakil Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Menurut Syafruddin, sebagai sesama anggota Kepolisian, keluarga besar Polri pada dasarnya menyambut baik keinginan ketiga jenderal untuk dapat tambah baik berbakti pada orang-orang dengan mencalonkan diri sebagai kepala daerah.

Cuma, Syafruddin mengatakan, sebagai alat negara, tempat anggota Kepolisian sebagai aparat yang netral samasekali tidak dapat diganggu tuntut. ” Institusi Polri, tidak bisa diseret untuk berpolitik praktis, ” katanya.

Selanjutnya, menurut Syafruddin, Kepala Polri Jenderal Polisi Tito Karnavian juga sudah mengutamakan hal ini dalam pengarahan pada semua Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) saat Pilkada serentak 2018.

Dengan hal tersebut, Kapolda di masing-masing daerah jadi pihak yang bertanggung-jawab menegaskan kalau tidak ada pengerahan anggota Polri untuk mendukung satu diantara pasangan calon spesifik, termasuk ketiga jenderal polisi sebagai peserta Pilkada.

” Kita jamin, karena semua Kapolda sudah di beri pesan kalau dalam Pilkada, Polri mesti netral, ” tutur Syafruddin.(ndi)

Posting 3 Jenderal Ikut Pilkada, Wakapolri: Jangan Seret Polri ditampilkan lebih awal di IDNews.co.id.

__Posted on
January 9, 2018
__Categories
Peristiwa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.