Hilang Sepekan Kakek di Jember Ditemukan Tewas di Kolam Ikan, Warga Curiga ?

JEMBER, Seorang kakek ditemukan tak bernyawa di tengah bekas kolam ikan sebuah rumah kosong di Jalan Lumba-lumba 1, Kelurahan Sempusari, Kecamatan Kaliwates, pada Selasa (19/5/2020) sore.

Mayat pertama kali ditemukan oleh seorang pencari rumput. Awalnya, dia curiga dengan bau busuk menyengat saat mencari rumput di dekat lokasi penemuan mayat. Bahkan, bau busuk menyengat itu oleh pencari rumput disangka bangkai kambing.

“Tadi itu ada warga sini bernama Pak Muar yang sedang mencari rumput laporan ke Pak Hadi (RT) yang curiga dengan bau busuk menyengat di kolam rumah kosong itu. Katanya apa ada bau bangkai kambing mati,” kata Didin warga setempat.

Warga kemudian berusaha mencari tahu sumber bau. Warga pun sempat kesulitan masuk ke arel rumah kosong itu, karena pintu gerbang menuju kolam yang berpagar tembok tinggi itu tergembok.

“Warga kemudian lewat halaman belakang yang temboknya roboh. Setelah bisa masuk di lokasi kolam kelihatan ada mayat terbujur terlentang dengan posisi kedua tangan kayak orang sendakep (sendekap),” kata Didin.

Belakangan jasad kakek itu diketahui bernama Basuki (80) warga Jalan Ikan Paus 3 Kelurahan Sempusari Kecamatan Kaliwates ditemukan telah membusuk. Berdasarkan ciri-ciri baju yang dipakai.

Jarak rumah korban dengan lokasi jasad ditemukan 500 meter, bahkan masih satu lingkungan.

Sebelum ditemukan tewas, Basuki telah menghilang selama sepekan. Menurut informasi terakhir warga sempat bertemu korban, hari Rabu pekan lalu.

“Pak Basuki itu kan sudah pikun biasanya jalan keliling di lingkungan sini. Ada warga yang sempat menyapa korban yang menghitung uang, saat ditanya habis ambil uang pensiunan katanya,” terang Didin.

Menurut Ketua RT 04, Oki, saat menghilang korban memaksa minta uang kepada istrinya dengan alasan untuk beli kacang.

Baca Juga :  Simak! Spek dan Harga Samsung Galaxy A10

“Hari Rabu itu Pak Basuki minta uang ke istrinya katanya untuk beli kacang. Pak Bas itu maksa minta uang sebesar 1 juta. Biasanya bisa pulang sendiri atau diantarkan warga karena sudah pikun, tapi seminggu ini menghilang,” kata Oki.

Penemuan jasad korban di lokasi tersebut memantik kecurigaan warga. Pasalnya kondisi korban yang renta tidak mungkin bisa mencapai lokasi. Terlebih korban sebelum meninggal membawa uang.

“Kalau lihat lokasinya ndak mungkin Pak Basuki bisa kesana wong jalan saja sudah susah apalagi lokasi harus melompati pagar roboh. Kayaknya ndak mungkin Pak Bas itu jalan sendiri kesana, yang muda saja kesulitan,” kata Bambang tokoh masyarakat setempat.

Jasad korban sendiri usai dievakuasi oleh anggota Basarnas Jember langsung dibawa ke RSU Soebandi Jember untuk dioutopsi. (*)

Reporter: Rio Christiawan

Sumber: kabarjawatimur.com

author
No Response

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.