Akibat Banjir Bandang di Lebak Jalan dan Jembatan Terputus

IDNEWS.CO.ID – Akibat bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Lebak, Propinsi Banten, sejumlah jalan dan jembatan terputus sampai banyak wilayah terisolir.

Pertolongan untuk wilayah terisolir terpaksa dialirkan melalui jalan udara.

Banjir bandang yang menerjang enam kecamatan di Kabupaten Lebak, telah meluluh-lantakkan ribuan rumah di bantaran sungai Ciberang. Sembilan orang disampaikan meninggal, sementara seseorang hilang.

Banjir bandang pula akibatkan sejumlah jalan dan jembatan hancur, sampai banyak wilayah terisolir, seperti desa-desa di Kecamatan Lebak Gedong dan Sajira.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Petaka (BNPB) Doni Monardo mengatakan pendistribusian pertolongan untuk wilayah terisolir harus menggunakan helikopter.

“BNPB bekerja bersama-sama dengan TNI telah siapkan satu unit pesawat heli untuk digunakan selama beberapa saat di wilayah Kabupaten Lebak, terutama untuk keperluan logistik dan pula untuk evakuasi korban-korban yang mungkin butuh perawatan kesehatan,” tutur Doni Monardo seperti disampaikan oleh Alfi Syahrin, wartawan di Lebak yang melaporkan untuk BBC News Indonesia,

Doni meneruskan, banjir bandang yang ia ucapkan “masif dan menakjubkan” ini baru terjadi selama beberapa puluh tahun terakhir.

Berdasar data dari Kepolisian Resor Lebak, setidaknya 2.000 keluarga harus menyingkir ke tempat yang lebih aman.

Sebelumnya, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya menunjuk penambangan liar di Taman Nasional Gunung Halimun Salak sebagai satu diantara dipicu.

Hal demikian dibenarkannya oleh Kepala BNPB Doni Monardo yang menjelaskan, berdasarkan laporan awal dari kepolisian wilayah Banten, tidak cuman faktor hujan yang cukup lebat di wilayah hulu, yang menimbulkan utama banjir bandang di Sungai Ciberang ialah “sejumlah tambang yang pecah”.

“Jadi tambang-tambang yang dibiarkan itu ambrol. Itu longsor dan bawa material bebatuan dan pula lumpur.”

Baca Juga :  Tiga Destinasi di Banyuwangi yang Wajib Dikunjungi

“Berikut ini yang menyapu selama wilayah sungai dan menyebabkan kerugian yang cukup masif, sekitar 1.000 unit rumah yang rusak dan kebanyakan tenggelam terikut arus.”

Parahnya banjir bandang di Lebak membuat Doni Monardo bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendi mengevaluasi langsung area terimbas banjir bandang yang ada di Desa Banjarsari, Kecamatan Lebak Gedong, hari Sabtu (4/1/2020). (fat)

The post Akibat Banjir Bandang di Lebak Jalan dan Jembatan Terputus appeared first on IDNews.co.id.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.