Ada Show Room Gerabah di Desa Pagelaran Malang

Malang – Anda tertarik memiliki perabot rumah yang terbuat dari gerabah? Datanglah ke Desa Pagelaran, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang. Dalam waktu dekat, Pemerintah Desa Pagelaran akan membuat show room khusus gerabah.

Ditempat ini nantinya, berbagai produk berbahan baku tanah liat seperti cobek, gendok kendi, tungku, wajan penggorengan kopi, guci dan souvenir, dijajakan. Desa tersebut menjadi pusat gerabah terbesar di Kabupaten Malang.

Proses pembuatan gerabah ditempat ini masih sangat tradisional. Selain menggunakan kekuatan kaki dan tangan, hasil produksi para perajin di desa tersebut, cukup diminati pembeli dari berbagai kota.

Para pengrajin gerabah ini berada di Kampung Getaan, Desa Pagelaran Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang. Untuk mengoptimalkan strategi pemasaran produk unggulan desa, M Widodo selaku Kepala Desa Pagelaran, bakal mendirikan show room gerabah. Tujuannya, untuk memperkenalkan produk tersebut kepada wisatawan yang berlalu lalang menuju Pantai selatan.

  • Emak-emak di Mojokerto Ikuti Workshop Handicraft Transfer Painting
  • Sempat Tak PD, Kini Batasi Pesanan Bunga Sabun
  • Warga Ponorogo Sulap Limbah Kaca Jadi Karya Seni Bernilai Tinggi
  • Wisatawan Asing Minati Souvenir Ampas Tebu Mahasiswa Ubaya
  • Sepatu Rajut Mulai Dilirik di Mojokerto

Widodo berharap, kedepan dusun ini menjadi wisata edukasi kampung gerabah. “Untuk jumlah pengrajin gerabah di Kampung Getaan saat ini ada sekitar 150 orang. Mereka tersebar di empat RT,” ungkap Widodo, Kamis (30/1/2020).

Menurut Widodo, soal pendirian show room, pihaknya akan memanfaatkan gedung PGRI yang dulu dibangun dengan menggunakan dana pribadi. “Rencananya kami akan bikin gedung PGRI baru. Tetapi seperti apa mekanismenya masih kami bicarakan,” ujarnya.

Terlepas dari itu, Widodo juga berharap, kampung Getaan menjadi wisata edukasi gerabah. Selain membeli gerabah, pengunjung juga bisa belajar cara membuat kerajinan yang sudah ditekuni warga sejak puluhan tahun.

Baca Juga :  Eks Pemain Arsenal Ini Pernah Mabuk Hingga Tertidur di Semak-semak

Guna mewujudkan niat Getaan menjadi kampung gerabah, saat ini Pemdes Pagelaran tengah membuat gapura yang dibentuk dua buah guci raksasa. “Maksud dibuatnya gapura berbentuk guci raksasa ini, supaya pengunjung nantinya tahu, bahwa kampung Getaan ini dominan pengrajin gerabah,” ujar Rudi, salah seorang warga.

Sementara itu, Sukat, salah seorang pengrajin gerabah mengaku, saat ini yang paling laku di pasaran adalah gendok kecil tempat ari-ari bayi. Dalam satu hari Sukat dapat menjual gendok tersebut hingga 100 biji dengan harga satuan Rp 1.300. “Gendok itu diambil oleh pengepul untuk dikirim ke rumah sakit,” pungkas Sukat. [yog/suf]

Sumber: beritajatim.com

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: